"aku masih cinta, cinta kepadamu, aku masih rindu, rindu dipelukmu, tiada pengganti dirimu yang bisa membuatku semakin berarti" - Tektona
Kaku. Aku minta tolong dan kamu ada. Disana. Saat patah hati terbesar. Dengan lukamu yang tidak sembuh kamu menguatkan.
"Makasih banyak Andika"
"Untuk apa?"
"Kalau bukan karena kamu, mungkin mama udah gaada sekarang."
"Aku tau mamamu pernah ga suka aku. Itu alasanmu dulu pergi."
Aku diam.
Kamu juga diam.
"Aku tau aku banyak salah Uli"
"Gak kok. Jadi kamu sama siapa sekarang?"
"Gak ada. Kamu punya pacar?"
"Eh Tidak"
"Aku gak bakal nanya kamu lagi Uli, semua ini masih sama seperti 10 tahun lalu ga pernah berubah."
Di Bandara.
"Makasih banyak ya atas bantuaanya."
"Gapapa, aku udah anggap orang tuamu orang tuaku juga"
"Aku gak bisa balas budi"
"Cukup jawab iya"
"hah?"
"Aku mau bantu kamu Uli, tanpa kamu perlu sungkan, tanpa kamu memikirkan gimana balas budinya, aku mau kamu hubungi aku lagi tanpa perlu alasan khusus, kita diskusikan apa saja, seperti 7 tahun belakang ini. 2 tahun tanpa kamu buat aku hilang."
Aku diam.
Kamu juga diam.
Aku cuma jawab "Masih"
Kamu bingung.
"Jadi?"
Aku senyum. Kamu senyum.
-kost berantakan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar