Ada orang pernah berkata perubahan status sahabat jadi pacar itu gak semudah perubahan status dari pacar ke sahabat. Artinya, yang sahabatan lalu pacaran belum tentu sahabatan lagi. Aku tau, tapi aku berani menghadapinya.
Ada orang pernah berkata pacaran beda agama itu susah. Jangankan beda agama, yang seagama aja tapi beda prinsip aja bisa jadi bahaya. Aku tau, tapi aku berani mengambil resikonya.
Ada orang pernah berkata, orang yang pernah pacaran lama susah move onnya. Aku tau. Tapi mungkin bersamamu aku bisa move untuk mencari kebahagiaan. Bersamamu semua terasa lebih ringan. Bersamamu mungkin aku melihat kesempatan yang lebih besar. Bersamamu aku ingin melihat caramu mengenalku lebih dalam dan caraku mengenalmu agar kau faham bagaimana caraku menyukaimu. Hanya bersamamu akhirnya jawaban "iya" itu ada lagi. Dan aku melihat semua menjadi mungkin.
Tapi kamu pergi.
Tanpa aku tau dimana letak kesalahanku.
Tanpa kata penjelasan.
Kamu hanya pergi.
Pura-pura tidak mengenal aku.
Setelah ku mantapkan hati. Setelah sensasi aneh yang menyesakkan dada hanya dengan beberapa hari. Sensasi menyenangkan dari datangnya dering handphone pertanda datangnya chatmu. Sensasi bahagia.
Setelah diam kita yang begitu lama dari pada kebersamaan. Besok adalah tepat sebulan aku bilang iya. Tapi sekarang, aku, kamu, gimana?
-lagi di warkop yang rame, tapi sepi sejak kamu diam-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar