Minggu, 16 Agustus 2015

Aku Kamu Gimana?

Ada orang pernah berkata perubahan status sahabat jadi pacar itu gak semudah perubahan status dari pacar ke sahabat. Artinya, yang sahabatan lalu pacaran belum tentu sahabatan lagi. Aku tau, tapi aku berani menghadapinya.

Ada orang pernah berkata pacaran beda agama itu susah. Jangankan beda agama, yang seagama aja tapi beda prinsip aja bisa jadi bahaya. Aku tau, tapi aku berani mengambil resikonya.

Ada orang pernah berkata, orang yang pernah pacaran lama susah move onnya. Aku tau. Tapi mungkin bersamamu aku bisa move untuk mencari kebahagiaan. Bersamamu semua terasa lebih ringan. Bersamamu mungkin aku melihat kesempatan yang lebih besar. Bersamamu aku ingin melihat caramu mengenalku lebih dalam dan caraku mengenalmu agar kau faham bagaimana caraku menyukaimu. Hanya bersamamu akhirnya jawaban "iya" itu ada lagi. Dan aku melihat semua menjadi mungkin.

Tapi kamu pergi.

Tanpa aku tau dimana letak kesalahanku.

Tanpa kata penjelasan.

Kamu hanya pergi.

Pura-pura tidak mengenal aku.

Setelah ku mantapkan hati. Setelah sensasi aneh yang menyesakkan dada hanya dengan beberapa hari. Sensasi menyenangkan dari datangnya dering handphone pertanda datangnya chatmu. Sensasi bahagia.

Setelah diam kita yang begitu lama dari pada kebersamaan. Besok adalah tepat sebulan aku bilang iya. Tapi sekarang, aku, kamu, gimana?

-lagi di warkop yang rame, tapi sepi sejak kamu diam-

Rabu, 12 Agustus 2015

Obat Sedih Paling Ampuh : Bring Happiness to Everyone

Beberapa hari ini sedihnya lagi kebangetan. Biasa cewek, moody-nya gak nahan. Gue sedih gara-gara berapa hal sih:
Pertama, Laptop gue rusak. Terus pembimbing minta tulisan mulu kalo ketemu di kampus, ditambah lagi gue masih susah nulis karena lampiran gue belum jadi. Btw, emang sih laptop gue keluaran lama, tahun 2011 lah jadi doi kayaknya memang udah perlu diistirahatkan. Pemetaan dan skripsi gue dedisikan sebagai pekerjaan terakhir. Sabar ya.
Kedua, gue lagi sakit. Sakitnya sih nggak penting - penting amat awalnya. Jumat lalu gue kira gue cuma mau flu biasa, dengan sakit tenggorokan gue anggap biasa. Taunya pas malam pipi sama jidat gue sakit banget. Air mata gue sampai keluar sendiri. Besoknya, gue nekat ke dokter. Lah, ternyata sinusitis dan udah parah. Operasi gue bakal terjadwal kalo gue mau.
Ketiga, gue baru putus bahkan sebelum pacaran. Haha. Oke yang ketiga bercandaan.

Nah ini lah awal mulanya gue gundah galau gelana. Perasaan gue gak enak, kayak mules gitu, tapi kalau ke toilet kagak keluar spesial dan kanto. Uh, nyebelin. Pagi itu saat habis nongkrong di Wc gue baca lah segala ada notif yang ada di Hp. Jadi ada kejadian penting, mantan temen seKost gue ulangtahun dan temen dari Biak ada yang sidang tutup. Langsung aja terlintas dipikiran gue gimana kalo gue kasih surprise aja.

Tanpa pikir panjang langsung lah gue ke toko bunga yang jaraknya sekitar 9 km dari kostan. Ini pertama kalinya gue beli bunga, rada deg-degan juga, takut norak.
"Mbak mau cari bunga apa?"
"Eh anu mas, bucket bunga buat ultah sama wisuda gitu"
"Bunga hidup?Silahkan ikut saya"
Diajaklah gue ke ruangan yang lebih kecil. Dindingnya dari kaca semua. Ukurannya sekitar 4x4 m. Dingin karena ada 2 Ac disitu.
"Bunganya tinggal bunga krisan. Mbak mau warna apa?"
"Eh apa aja yang bagus"
"Loh kok?Cie yang gak pernah dikasih bunga"
*melotot* "Ga usah diperjelas ah"
Setelah keribetan yang terjadi antara aku dan tukang bunga. Dapetlah gue 2 bucket bunga yang cantik.

Setelah itu gue ke toko kue dan belikan kue buat Kak Anne (mantan temen sekost gue yang udah pindah ke rumah pribadi). Gue ala - ala penjahat gitu, ngendap - ngendap dari pintu dapur. Dan berteriak "HAAA HAPI BDAY KAK ANNETS". Doi ketawa dan langsung peluk gue kayak gue adeknya yang telah lama hilang. Sensasi kebahagiaan itu ada. Gue tenang dan senang banget.

Setelah surprise yang rada gak jelas, gue ke kampus. Dengan cupunya gue mampir ke fakultas termen yang dari Papua juga yang lagi sidang. Gue duduk di depan kantor jurusan nungguin dia.

"Weh novi selamat udah S.Si"

"Kiamai seh ko romantis sampe"

"Eh makasih kek. Ato nangis terharu kek"

Temen gue yang satu ini rada aneh karena kalo dibaiki nggak pernah bilang makasih. Dan masih beraksen ke-papua-an yang sangat kental walau udah sekitar 4 tahun di Makassar.

Habis itu gue ke dunia gue lagi. Nangkring di laboratorium sampe sore, berusaha nyelesein yang bisa diselesaikan. Nonton dorama Jepang. Kabur ke kantin kalau pembimbing gue mulai berkeliaran di koridor. Seperti biasa gitu.

Tapi pas sampe di kost, gue sadar bahwa hari ini gak ada satupun tweet galau atau postingan ke-kode-an yang menunjukkan gue lagi sedih seperti biasanya. Dan ajaibnya sakit di pipi dan jidat gue gak kambuh sama sekali. Gue sampe heran sendiri. Di detik itupun gue percaya kebahagiaan dan kesedihan itu datang ketika kita menghendakinya. Ketika hati bilang gue sedih, secara gak langsung otak bakal bilang udah "nangis aja nggak apa - apa kok". Okeh, kejadian yang gue lakuin emang gak spesial dan gak mahal, tapi cukup buat orang lain bahagia, dan energi positif dari mereka nular ke gue dan bertahan cukup lama. Bring to happinness to everybody because happiness seems made to be shared bakal jadi obat paling mujarab di masa depan ketika gue sedih lagi.

Sudahkah elu membahagiakan orang lain hari ini?

-Kost yang penuh kertas revisi-


Selasa, 11 Agustus 2015

Alasan Putus Yang Males Banget

Namanya juga pacaran, ada yang namanya jadian ada juga namanya putus. Itu sih cuma siklus. Pasti sedih sih, apalagi kalau alasannya gak banget.

"Aku bosan"
Siapa sih yang gak pernah merasa bosan sama suatu hubungan? Sama orang yang asik sekalipun pasti ada kalanya kita bakal bosan. Cuma disitu kita bisa milih mau tetap tinggal atau pergi.

"Kayaknya Kamu Lebih Cocok Sama Dia"
Ini berlaku kalau kita punya sahabat cowok dan kita akrab banget sama dia. Bisanya sahabat cowok kita kenal dari kecil. Logikanya kalau gue suka sama sahabat gue kenapa gue milih elu.

"Orangtuaku Gak Suka Sama Hubungan Kita"
Yakali, belum kenal udah ngejudge langsung gak suka? Sini kenalin dulu, bicarain dulu baik - baik. Siapa tahu, gue cocok sama bapak lu #eh

"Kita Itu Beda"
"There is no future"
"Kamu Terlalu Baik Buat Aku"
"Teman-temanku Gak Suka Sama Kamu"

"Kamu Berubah"
Kecuali kalau saya berubah menjadi Minky Momo membantu anak - anak di seluruh dunia dan lupa chat kamu? Ya bisa gue terima. Mungkin gue emang yang suka berubah.

"Aku Selalu Salah di Matamu"
Ini cuma permainan psikologi aja, supaya kita merasa bersalah berpikir bahwa kita terlalu jahat dengan dia.

"Aku Orangnya Gak Perhatian"
Tuh sadar kalo gak perhatian? Terus kalo lu pergi? Alesannya bikin males.

"Aku kan Cuma Jadi Pelampiasanmu saja"
Males banget udah nyaman sama - sama dia "nuduh" elu gini. Mungkin ka

"Kamu Lebih Nyaman Sendiri"
Oke guys, jangan sungkan - sungkan untuk mengatakan "iya" dia emang bersiap untuk pergi aja.

Padamu.

Bawa aku untuk mengenalmu
Mungkin aku bodoh
Mengingatmu pun mungkin terlalu susah untukku   Keterbatasan komunikasi karena berlainan prioritas di masa lalu
Ceritakan apapun tentangmu, akan kuajak kau berpetualang ke imajinasi liarku, sebagai bonusnya.
Bawa aku masuk kehidupanmu
Bisakah kita bercerita lebih dalam?      
Atau haruskah kita menciptakan cerita kita sendiri agar kita bisa lebih leluasa bereksprsi?
Ekspresi suka atau ketidaksukaan
Katakan saja
Jikalau semua berbeda pada akhirnya kita harus saling mengenal kembali      

Tahan aku, untuk tetap tinggal
Atau kau berpikiran lain?
Kau boleh saja pergi sejauh mungkin
Mungkin untuk mencari mozaik yang terlupa
Siapa tahu akan menjadi pemanis
Tapi jangan terlena tanpa aku
Hingga kau tinggalkan aku setelah aku terjembab padamu.

Sedih adalah Proses

"Yes I know, I will not survive.. Tanpa dirimu di sisiku I won’t stay alive, And I don’t have a lot to leave, a lot to give.. I will not survive, I will not survive..” Project Pop - I Will Not Survive.

Jadi, siapa yang pernah putus sama pacarnya dan merasa hoppelles banget sampai - sampai merasa ga bisa move on selamanya? /balik kanan kiri/ ternyata cuma gue.Well, yeah hampir atau setahun yang lalu aku "ditinggal". Dan itu sakit... Sakitnya kayak lo punya sinusitis yang udah infeksi di tulang pipi dan di tulang jidat. Sakitnya kayak lo punya radang tenggorokan udah infeksi, Sakitnya kaya punya makanan enak tapi jatuh.. Sakit sih tapi "sayang banget"untuk ditinggalin.

Gue ngerasa dunia ini bakal hancur, gue merasa Piccolo bakal datang dari planet Namek dan ikut dirikan partai di Indonesia, gue merasa bakal semua selai blueberry di atas chesee cake gue bakal nempel di kotaknya, itu serem. Gue mengekspresikan segala hal dengan ekspresif, seakan - akan dunia perlu tahu bahwa gue lagi sakit. Gue nulis status galau di twitter. Gue nangis di kamar berhari - hari. Nonton drama galau. Baca novel galau. Pergi keliling kota Makassar sendirian naik kendaraan umum dan berhenti dimana saja yang gue mau. Tapi setelah berbulan-bulan, gue ngerasa ini semua sia - sia dan nggak terlalu penting lagi. Ada titik balik yang membuat gue sadar,

Titik balik itu adalah ketika suatu hari setelah ber-overdramatic ria gue memutuskan untuk membaca jurnal di sebuah cafe yang menjalankan fasilitas free wifii. Setelah bosan baca jurnal gue memutuskan untuk buka Facebook. Tiba-tiba saja gue punya hasrat untuk stalker beranda mantan. Ya udah, setelah gue lihat banyak fotonya yang kelihatan lagi senang - senang sama teman - temannya, gue kaya kesambar petir, disitu gue sadar kalau selama ini gue sedih cuma sendiri. Dia senang - senang sama temannya. Keterlaluan. Sementara gue gaul bersama tisu merasa orang paling depresi di dunia, sedang dia disana terlihat ceria. Tanpa gue.

Sejak itu gue gak nangis lagi, atau berjanji bakal gak nangis lagi. Gue pikir ini konyol banget. Gue akhirnya survei apa yang bisa buat gue bahagia. Akhirnya gue dapat beberapa kegiatan yang bisa buat bahagia kayak jalan-jalan sendirian keliling kota, muncul di kostan teman dengan sekotak martabak, bawa balon dan bunga saat orang yang gue kenal sidang skripsi. Daaaan ternyata diluar ekspetasi gue, gue bahagianya tahan berhari-hari. Gue bisa pura-pura lupa kalo gue lagi sedih, sampai pada akhirnya gue lupa kalo gue lagi pura-pura.

Pada saat nulis blog ini, gue sempet mikir saat kejadian "kelam" itu. Imajinasi gue kayak lagi muterin film dan gue cuma bisa ketawa inget betapa kekonyolan gue pernah mencapai batas maksimal. Tapi, kalo ditanya menyesal atau nggak.. Hmm gue bakal jawab, NGGAK! Gue pernah denger "Mungkin lo gak bisa menghargai seberapa bahagia lo sekarang tanpa mengalami kesedihan yang amat dashyat". Dan bener, mungkin gue gak bakal happy dengan kebahagiaan yang kecil tanpa gue lalui sedih yang larut. Terimakasih semesta. 

Dan sekarang tugasku adalah.... Happiness seems made to be shared....

Jadi, kalian jangan lupa bahagia.. Dan jika kesedihan datang, hadapilah!

-Kost Yang Selalu Berantakan-