Jumat, 13 Desember 2013

Sakit Rindu

Langsung aja. Udah hampir 5 hari saya sakit. Ini berawal dari lapangan Matakuliah Geohidrologi yang awalnya saya kira bisa menjadi selingan liburan ditengah - tengah kesibukan kurang ajar dari Teknik Geologi buat saya bukan derita seperti ini. Lapangan ini bertempat di pantai Tanjung Angin Mamiri, Makassar. Gue yang aslinya anak pantai, emang suka banget sama laut, walau laut Makassar gak begitu bersih ya (gue harap ada lah pemimpin Makassar yang baca ini).

Hari minggu 8 Desember 2013, jam 5 pagi habis sholat subuh dengan digonceng temen gue memakai Mio hitam gue ke pantai dengan riang gembira. Gue bahagia lah karena bisa mendengar deburan ombak dll. Dosen gue datang sekitar jam setengah 7 an gitu, setelah menjelaskan dengan ala kadarnya dimulailah kita mengambil data dengan melihat suur - sumur warga sekitar pantai hingga jarak 2 km dari tempat semula. Setelah itu kami memperbaiki data dan makan siang.

Nah, kebetulan gue kelompok sama junior yang ambil Oceanografi, jadi mereka berendamlah di air laut nyatat pasang surut hingga batas waktu yang ditentukan sama dosen gue dan Tuhan. Habis makan siang kan, gak ada yang musti gue lakuin lagi, makanya gue dan temen - temen yang niat liburannya lebih besar daripada ambisi mencari ilmunya sepakat untuk nyebur juga di laut.

Akhirnya gue bukalah sendal sepatu gue dan nyebur di laut. 1 menit gak terjadi apa - apa. 2 menit, loh kok rada gatal ya sekitar lengan sama punggung. Tapi gue cuek aja kan namanya juga laut, pasti gak nyaman lah. 10 menit berendam, temen gue nyeletuk "Apaan tuh banyak putih - putih melayang?". Kami mendongak ke arah yang di maksud dan ternyata itu KAMPRET! ITU UBUR - UBUR. Pantas gatel dikulit gak biasa kaya kesengat sama nyamuk malaria gitu (eh emang nyamuk menyengat ya? Bukan menggigit?). Sebenarnya gue udah mau naik lagi ke pantai tapi berhubung temen - temen gue main kereta - keretaan ya gue stay dan ikutan main. Walau teteup sambil terkadang menggaruk.

Jam 5an gitu gue sampai di Kost dengan keadaan basah kuyup, muka gosong dan gatel - gatel. Tanpa buang waktu gue mandi pakai air bersih (ya iyalah). Habis mandi gue cari hape gue dan nemuin sms nyokab yang delivery reportnya dari jam 3an tapi kayaknya gue keasyikan main kereta - keretaan deh makanya gak sadar.

"Sudah pulang lapangannya dek?"

"Ini baru habis mandi, Mam.. Mam tadi banyak ubur - ubur loh"

"Syukurlah nak... (Masih bingung apa mama gue seneng kah gue kena ubur - ubur). Ko kena ubur - ubur kah? Mandi yang bersih!"

"Kan tadi udah mandi -_-"

"Yah sudah makan dulu sana baru tidur"

Gue sebagai anak yang berbakti memang melaksanakan apa yang diperintahkan Mama gue si pengendali otak gue hhehe. Tapi yang aneh malam itu sih kepala gue terasa berat dan pusing banget. Makanya habis makan gue langsung segerakan untuk tidur.

Ternyata besoknya gak berubah, kepala gue tetap pening, bukan, ini bukan alasan gue buat gak ngampus, gue atit tauk. Tapi berhubung kuliah adalah segalanya ya gue teteup masuk. Hari itu mama sempat nelpon nanyain keadaan gue baik - baik apa gak, tapi dengan kepaksa gue bohong, Maaff ma. Gue gak mau Mama khawatir.

Malamnya makin parah gue jadi muntah - muntah sampai subuh. Pas selasa pagi gue niat gak ngampus tapi berhubung ada presentase gue bela - belain datang. Cuaca hari itu hujan badai dan celakanya sorenya gue mencret - mencret. Udah, malamnya gue meringis sendiri di kamar dengan tetap tidak memberikan kabar mama. Besoknya gue gak kuat untuk tetap tegar akhirnya gue gak ngampus.

Hari kamis yang cerah malu - malu, gue agak baikan dan ke kampus lagi. Gue yang dua hari belakang makan seadanya malam makan ayam lalapan sama sambel dan... bisa ditebak, gue mules lagi sampai gue nulis blog ini sekarang.

Well, sebenarnya gue penyakit gue adalah penyakit menye - menye yang dimana bisa sembuh sendiri sama obat. Sakit gue parah karena gue udah tambah bumbu gue kangen rumah. Gue kangen mama, papa dan lain - lain. Gue ingin banget pulang ke rumah, ngerasain lagi gimana dirawat waktu sakit sama mama. Menurut gue kalau kepala gue dielus sama mama aja pasti mules gue langsung berhenti. Gue kangen banget sama mama. Maaf kalau sudah berbohong... Saya gak mau buat mama khawatir. Walau jarak rumah yang terlalu jauh menjadi penyedap buat sakitku bertambah parah, tapi saya janji bakal pulang Ma.. Saya akan pulang segera mungkin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar