Rabu, 23 Oktober 2013

Ketika Aku Terpuruk

Judulnya serem amat... Ketika Aku Terpuruk? Maksud gue disini terpuruk sama dengan mood rusak soalnya kalau mood gue rusak, gue bakal terpuruk. Seriusan loh, ini!! Kalau mood gue rusak efeknya bakal buruk banget dari mulai marah-marah gak jelas sampai gue terpuruk di kamar, ngambek, gak mau kemana-kemana. Banyak hal yang bisa buat mood gue rusak, bahkan hal yang sepele pun bisa buat gue marah gak karuan. Hmm, maklumlah yah perasaan gue sehalus ini, gampang banget buat nyakiin gue :(. Gue bisa marah gara-gara hujan di pagi hari, telur goreng yang gue pesan gak mateng (gue selalu heran sama orang yang suka telur setengah matang), nungguin orang, sms gue gak dibales-bales, laporan gue belum-belum acc, etc. Walau banyak hal yang bisa buat gue marah tapi dong tetap aja ada obatnya. Walau obatnya agak aneh dan gak sejalan dengan orang di dunia ini (atau jangan-jangan dunia kita berbeda). Dan obat-obat itu adaalah

Twitter
Bagi gue yang labilnya gak ketulungan, mungkin nyampah dan maki-maki hal yang bikin gue kesal adalah hal yang ampuh buat gue tersenyum lagi. Gue punya 2 akun, akun 1 yaitu @globorotalia dimana hal-hal baik gue tulis semua disitu sedangkan twitter yang satu lagi yang gak bisa gue sebutkan adalah tempah gue nyampah dan curhat. Gak heran kalau follower dan following ku 0. hehehe. Eh Follow twitter gue dong, nanti aQoh FoLBeKiaaaah http://twitter.com/globorotalia

Sushi
Kayaknya ini obat yang paling mahal, gimana yah sushi emang sepiring itu mahal banget apalagi sepiring itu cuma beberapa potong, mana puasss!! Gue sekali makan sushi bisa 200ribu abis, bangkut sebangkrut bangkrutnya deh -____-. Makanya gue makan sushi kalau nyokab lagi kunjungi ke sini, si doi kan uangnya banyak banget, terus selalu pingin coba-coba. Tapi, Well sekarang kayaknya gak perlu terlalu mengkorbankan dompet buat makan sushi soalnya di Makassar udah ada stan sushi yang rasanya lumayan tapi harganya murah banget, mulai dari Rp.17.000,- sampai Rp. 25.000,- per porsi. Tempatnya di Jln. A.P Petarani, depan jembatan penyebrangan depannya Pettarani Town Squere kalau gak salah. Hehe. Untuk info lebih jelas kamu bisa lihat di http://www.sushibizkid.web.id

 





sumber: http://www.sushibizkid.web.id/

Song Seung Heun
Tidak seperti om-om kebanyakan, Song Seung Heun adalah om - om paling kece di dunia dan di akhirat. Entah mengapa wajahnya membuat hati ini adem hehe. Udah gue kalau bahas Song Seung Heun jadi absurb. Kalau gue kesal yah obatnya nonton filmnya di Youtube. Hehe

 

 

 

 

Dengarkan Music

Nonton

 


Sekian. Ini obat-obat gue ketika gue terpuruk. Masih banyak sih tapi berhubung asisten gue udah dateng, gue asistensi dulu yah. Hehehe. XoXo

Payung Teduh

 Assalamualaikum.... Whatappssssssss Broh???Kemarin malam capek banget gue, baru pulang jam 11an dari kampus. kepala gue pusing, banyak beban, banyak pikiran, laporan gue belum selesai juga (boleh dong curhat dikit). saking sakitnya kepala gue, ga bisa bobo. mau lanjut kerja laporan malah tiba-tiba jadi males (emang malas sih). akhirnya gue memutuskan untuk nonton video klip di Youtube. Gue search band-band Indie, akhirnya gue ketemu Payung Teduh. Ini semacam band kan ya? Bukan toko furniture kan ya? Haha Gue baru tahu (apa gue yang kuper atau mereka yang gak terkenal *peace*). Yah singkat cerita akhirnya gue denge-denger lagunya. gimana ya... easy listening dan nyaman banget didengar apalagi kalau dengerinnya sambil minum teh dan makan martabak *ngarep* *ditabok sama tukang martabak* . Dari beberapa lagu yang gue baru dengar diantaranya gue suka banget sama yang judulnya Resah dan Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukkan.
 
 

Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu

Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu
 
SEE? LAGUNYA KECE YA... GUE NULIS BESAR-BESAR KARENA GUE JATUH CINTA BANGET SAMA ITU LAGU  DAN JUGA TIBA-TIBA TOMBOL CAPS LOCK GUE RUSAK *MUKULIN TOMBOL CAPSLOCK PAKE PALU GEOLOGI* Tess.. tess.. Eh udah bagus. Jadi gini, gue yang dari zaman sebelum masehi belum bisa move on dari mantan *miris* setelah mendengar lagu ini BERHASIL semakin merindukan mantan  *telan mur*. Iya ini lagu menceritakan betapa resahnya orang yang sedang merindu, saking sedihnya kalau orang yang elu rinduin udah jadian sama orang lain *hiks* *gantung diri di pohon tomat*
 
 

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan
Song & Lyric : Is

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya
 
Untuk komen lagu  Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan gue cuma berharap dari hati yang paling dalam sedalam lautan, suatu saat ada cowok yang nyayiin lagu ini. HAHAHAHA
 
Tadi sebelum posting halaman ini, saya search dulu liriknya.. nampaknya saya menemukan blog mereka.. ini nih blognya http://payungteduh.blogspot.com .  

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Gue bukan gak tahu diri atau apayah tapi gue mau kasih tahu yang jadi nominasi nyanyiin lagunya Payung Teduh untuk gue itu........ NOMINASINYA ADALAH......... JENG JENG JENG................#soundtrack malam jumat kliwon
 
 
 

 

 


 Udah dulu ya.. Jadi bahas kemana-kemana... Gue mau lanjutin kerja laporan dan tentu saja ditemani dengan lagu-lagu dari Payung Teduh. Bye. XOXO

Selasa, 15 Oktober 2013

GEOLOGI LEMBAR MAJENE DAN PALOPO BAGIAN BARAT

Yang mau lapangan dan yang mau kerja TP lapangannya silahkan di copy... mudah-mudahan berguna yah.. :D


Geomorfologi Regional

Ditinjau dari geomorfologi regional daerah penelitian terletak pada Busur Sulawesi Barat bagian utara yang dicirikan oleh aktivitas volkanik dan intrusi magma bersifat kalk-alkalin berkomposisikan asam hingga intermedit yang terdiri dari pegunungan, perbukitan dan dataran rendah. Daerah pegunungan menempati bagian Utara, Barat dan Selatan  sedangkan bagian tengah merupakan perbukitan bergelombang  dan bagian timur merupakan dataran rendah.

            Berdasarkan tektonik lempeng  (Sukamto, 1975) Sulawesi dapat dibagi menjadi tiga mandala geologi yaitu Mandala Sulawesi Barat, Mandala Sulawesi Timur dan Banggai-Sula. Masing-masing mandala geologi ini dicirikan oleh variasi batuan, struktur dan sejarah geologi yang berbeda satu sama lain. Daerah penelitian merupakan bagian dari Mandala Sulawesi Barat yang berbatasan dengan Mandala Sulawesi Timur, dimana keduanya dipisahkan oleh sesar Palu-Koro.

v  Stratigrafi Regional

Berdasarkan peta geologi Lembar Majene dan Palopo Bagian Barat (Djuri dan Sudjatmiko, 1974) batuan tertua adalah  Formasi Latimojong (Tkl)  yang berumur Kapur dengan ketebalan kurang lebih 1000 meter. Formasi ini telah termetamorfisme terdiri dari filit, serpih, rijang, marmer, kwarsit dan beberapa intrusi bersifat menengah hingga basa, baik berupa stock maupun berupa retas-retas. Diatasnya diendapkan secara tidak selaras Formasi Toraja yang terdiri dari Tersier Eosen Toraja (Tet) dan Tersier Eosen Toraja Limestone (Tetl) yang berumur Eosen  terdiri dari serpih, batugamping dan batupasir serta setempat batubara, batuan ini telah mengalami perlipatan kuat. Diatasnya dijumpai batuan volklanik Lamasi yang berumur Oligosen, terdiri dari aliran lava bersusunan basaltik hingga andesitik, breksi vulkanik, batupasir  dan batulanau, setempat-setempat  mengandung feldspatoid. Kebanyakan batuan terkersikkan dan terkloritisasi serta tidak dijumpai adanya fosil (Djuri dan Sudjatmiko, 1974).
Satuan batuan Tmb dan Tmpss yang beranggotakan napal dengan sisipan batugamping yang setempat-setempat mengandung batupasir gampingan, konglomerat dan breksi yang berumur Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Satuan batuan Tmc yang terdiri dari konglomerat, meliputi sedikit batupasir             glaukonit, serpih, mengandung fosil mollusca. Ketebalan batuan ini mencapai (100-400) meter, berumur Miosen Tengah hingga Pliosen.
Baik satuan Tmb, Tmpss  dan Tmc ini mempunyai hubungan menjemari dengan satuan batuan Tmpv yang terdiri dari lava yang bersusunan andesitik, piroksenit dan andesitik trakit, kelompok satuan batuan ini berumur Miosen Awal hingga Pliosen dan mempunyai ketebalan (500-1000) meter.
Di atas satuan batuan Tmpv terendapkan secara tidak selaras satuan batuan Tmpl yang beranggotakan batugamping koral Miosen Akhir hingga Pliosen. Dibeberapa tempat juga dijumpai satuan Tmpa yang merupakan molasa Sulawesi dari Sarasin, dimana Sarasin (1981) terdiri dari konglomerat, batupasir, batulempung dan napal dengan selingan batugamping dan lignit.
            Terdapat beberapa intrusi  yang umumnya bersusunan asam sampai intermedit seperti granit, granodiorit, diorit, sienit, monzonit kuarsa dan riolit. Setempat dijumpai gabro di G. Pangi, singkapan terbesar di G. Paroreang yang menerus sampai daerah G. Gandadewata di lembar Mamuju (Djuri dan Sudjatmiko, 1974). Umurnya diduga Pliosen karena menerobos batuan gunungapi Walimbong yang berumur Mio-Pliosen, serta berdasarkan kesebandingan dengan granit di Lembar Pasangkayu yang berumur 3,35 juta tahun / Pliosen  Akhir (Sukamto, 1975).
Satuan Batuan termuda berupa endapan aluvial dan pantai yang terdiri dari lempung, lanau, pasir kerikil dan setempat-setempat terdapat terdapat terumbu koral (Qal) menempati daerah pesisir timur dan barat, daerah ini berbatasan langsung dengan laut serta daerah disekitar Danau Tempe berumur Holosen dan proses pengendapannya berlangsung sampai sekarang.

Struktur Geologi Regional

Strukutr geologi daerah Sulawesi memperlihatkan keadaan yang sangat komplek, ditinjau dari tektonik regional mengalami beberapa fase tektonik akibat dari pengaruh pergerakan (3) tiga lempeng antara lain lempeng Pasifik, Australia dan Eurasia. Pergerakan tersebut mengakibatkan terbentuknya struktur perlipatan dan pensesaran antara lain sesar mendatar mengiri Palu-Koro yang memisahkan Laut Sulawesi dan Selat Makassar dan diperkirakan masih aktif sampai sekarang dan telah bergeser sejauh 750 kilometer (Tjia dan Zakaria,1973 dalam Sukamto,1975).
Arah gerak sesar Palu-koro memperlihatkan kesamaan gerak dengan jalur sesar Matano dan jalur sesar Sorong dan pola sesar sungkupnya memperlihatkan arah sesar yang konsekwen terhadap Mandala Banggai-Sula. Hal ini memperlihatkan bahwa terdapat pemampatan mendatar yang disebabkan oleh Mandala Banggai-Sula yang bergerak ke arah barat, kemudian akibat lempeng Asia yang bergerak dari arah Baratlaut menyebabkan terbentuknya jalur penunjaman Sulawesi Utara sehingga pergerakan dari sesar Palu-Koro makin aktif (Simandjuntak, 1986).
Daerah penelitian terpetakan dalam Lembar Majene dan bagian barat palopo yang termasuk dalam Mandala Geologi Sulawesi Barat (Sukamto, 1975). Mandala ini dicirikan oleh  batuan sedimen laut dalam berumur Kapur – Paleogen yang kemudian berkembang menjadi batuan gunungapi bawah laut dan akhirnya gunungapi darat di akhir Tersier. Batuan terobosan granitan berumur Miosen – Pliosen juga mencirikan mandala ini. Sejarah tektoniknya dapat diuraikan mulai dari jaman kapur , yaitu saat  Mandala Geologi Sulawesi Timur bergerak ke  Barat mengikuti gerakan tunjaman landai ke barat di bagian timur Mandala Sulawesi Barat. Penunjaman ini berlangsung hingga hingga Miosen Tengah , saat kedua mandala tersebut bersatu pada akhir Miosen Tengah sampai Pliosen terjadi pengendapan sedimen molase  secara tak selaras di atas seluruh mandala geologi di Sulawesi, serta terjadi terobosan batuan granitan di Mandala Geologi Sulawesi Barat . Pada Plio-Pliosen seluruh daerah Sulawesi  tercenanga. Di daerah pemetaan pencenangaan ini diduga telah mengakibatkan terbentuknya lipatan dengan sumbu berarah baratlaut – tenggara, serta sesar naik dengan bidang sesar miring ke timur. Setelah itu seluruh daerah Sulawesi terangkat dan membentuk bentang alam seperti sekarang ini.