Emang perlu alasan
sayang kamu? Itu yang terlintas di kepala waktu Pacar nanya alasan kenapa saya
sayang sama dia. Emang kenapa sih? Apa karena Pacar kaya? Ehm.... Pacar bukan dari
keluarga kaya, dia jarang kasih saya hadiah. Kalau kasih hadiah juga barangnya
yang dia buat sendiri, katanya biar murah. Tapi saya suka. Saya suka Pacar dari
keluarga sederhana karena Pacar selalu ngajarin saya gimana caranya sederhana
dan dimana carannya bersyukur dengan apapun yang udah dikasih Tuhan sama saya.
Apa karena dia cakep? Pacar cakep? Karena dia pacar aku,
yaaa aku bilang dia cakep. Tapi jelas Pacar jauh dari kata keren. Sejak 7 tahun
lalu, sejak pertama kali saya jalan dengan dia, stylenya cuma satu yaitu jeans
plus sweater plus rambut yang gak pernah disisir alias selalu berantakan. Tapi kayaknya
alasan saya sayang sama dia bukan karena alasan fisik deh. Karena saya janji
kalau fisik Pacar berubah maka hati ini tidak akan berubah untuknya. Ciee...
Apa karena Pacar suka traktir aku di resto mahal? Gak lah,
dari awal Pacar itu bukan berasal dari keluarga kaya raya. Tapi dia sering loh,
ngajak saya makan di pinggir jalan dan dapat merubahnya menjadi makanan paling
enak yang aku cicipi.
Jadi alasannya apa? Saya sayang sama Pacar karena dia
adalah dia. Dia yang berusaha bahagiaan saya dengan caranya sendiri. Dia yang
menjadi dirinya sendiri. Dia yang mencintaiku tanpa alasan. Dan saya tak
menuntut balas. Maka, emang perlu alasan untuk sayang sama kamu, Pacar?